Kenapa Sitasi Kecil Bisa Bikin Revisi Berulang

Isi bab sudah disetujui, tapi revisi tetap muncul karena hal-hal kecil di sitasi. Titik koma yang salah tempat, urutan daftar pustaka yang tidak alfabetis, atau nomor kutipan yang tidak berurutan. Kelihatannya sepele, tapi dosen pembimbing dan penguji biasanya cukup teliti soal ini karena format sitasi yang konsisten mencerminkan ketelitian penulisnya. Mengenali kesalahan yang paling sering terjadi bisa menghemat beberapa putaran revisi.

Beda APA dan Vancouver Sebelum Mulai Menulis

APA Style memakai sistem penulis-tahun, misalnya (Sugiyono, 2019), dan lebih umum dipakai di bidang sosial, psikologi, pendidikan, dan ekonomi. Vancouver Style memakai sistem angka superscript atau dalam kurung siku sesuai urutan kemunculan, misalnya [3], dan lebih umum dipakai di bidang kedokteran, kesehatan, dan sebagian teknik. Pastikan cek dulu pedoman resmi jurusanmu, karena beberapa kampus punya modifikasi sendiri dari kedua gaya ini.

5 Kesalahan Sitasi APA yang Paling Sering Ditemui

  • Inkonsisten pakai "dan" dan simbol "&". Aturan APA, simbol "&" dipakai di dalam tanda kurung, sedangkan kata "dan" dipakai kalau nama penulis disebut langsung dalam kalimat.
  • Lupa mencantumkan halaman untuk kutipan langsung. Kutipan langsung wajib menyertakan nomor halaman, misalnya (Sugiyono, 2019, hlm. 45), bukan hanya nama dan tahun.
  • Salah pakai "et al." untuk penulis lebih dari dua. Aturan APA edisi terbaru, tiga penulis atau lebih langsung disingkat dengan "et al." mulai dari kutipan pertama, bukan ditulis lengkap dulu di kemunculan pertama.
  • Daftar pustaka tidak urut alfabetis dengan benar. Urutan berdasarkan nama belakang penulis pertama, bukan berdasarkan urutan kemunculan kutipan di naskah.
  • Hanging indent tidak diterapkan. Setiap entri daftar pustaka APA baris keduanya harus menjorok ke dalam, bukan rata kiri semua baris.

4 Kesalahan Sitasi Vancouver yang Paling Sering Ditemui

  • Nomor sitasi tidak sesuai urutan kemunculan. Sumber yang pertama kali disebut di naskah harus mendapat nomor 1, bukan diberi nomor berdasarkan urutan penulisan di daftar pustaka.
  • Sumber yang sama diberi nomor berbeda-beda. Kalau satu sumber dikutip berkali-kali, nomornya harus tetap sama setiap kemunculan, bukan dapat nomor baru tiap kali dikutip ulang.
  • Format daftar pustaka tidak berdasarkan nomor. Daftar pustaka Vancouver diurutkan sesuai nomor kutipan, bukan alfabetis seperti APA.
  • Superscript dan bracket dicampur tidak konsisten. Pilih salah satu gaya penulisan nomor, superscript di atas kalimat atau angka dalam kurung siku, lalu pakai konsisten di seluruh naskah.
Tips

Simpan pedoman sitasi resmi kampusmu dalam satu dokumen terpisah dan buka setiap kali menulis kutipan baru. Kesalahan sitasi biasanya menumpuk karena penulis lupa detail kecil, bukan karena tidak tahu aturannya sama sekali.

Cara Menghindari Revisi Berulang: Pakai Reference Manager

Cara paling efektif menghindari kesalahan sitasi berulang adalah memakai aplikasi manajer referensi seperti Zotero atau Mendeley. Kedua aplikasi ini otomatis memformat kutipan dan daftar pustaka sesuai gaya yang kamu pilih, termasuk APA dan Vancouver, jadi kamu tidak perlu menghitung urutan nomor atau alfabet secara manual. Kalau masih bingung pilih yang mana, baca perbandingannya di Zotero vs Mendeley, mana yang lebih cocok buat skripsimu.

Kalau Sitasimu Sudah Kadung Berantakan

Merapikan ratusan kutipan dan daftar pustaka satu per satu secara manual memang melelahkan, apalagi kalau skripsimu sudah lanjut ke bab akhir. Tim Nugas Kampus biasa bantu rapikan sitasi APA, MLA, sampai Vancouver sesuai template jurnal atau pedoman kampus. Cek layanan Jurnal Ilmiah kami kalau mau dibantu.

Sitasimu Masih Sering Kena Revisi?

Konsultasi gratis, kirim contoh bab yang bermasalah ke admin kami.

Chat Sekarang

Pertanyaan Seputar Format Sitasi

APA atau Vancouver, gimana cara tahu jurusanku pakai yang mana?

Cek buku pedoman penulisan skripsi resmi dari fakultas atau program studimu, biasanya sudah ditentukan gaya sitasi yang wajib dipakai. Kalau ragu, tanyakan langsung ke dosen pembimbing.

Boleh campur APA dan Vancouver dalam satu skripsi?

Sebaiknya tidak. Konsistensi gaya sitasi dari awal sampai akhir naskah termasuk yang paling sering dicek dosen penguji, jadi pilih satu gaya sesuai pedoman kampus dan pakai sampai selesai.

Reference manager bisa otomatis ubah dari APA ke Vancouver?

Bisa. Zotero dan Mendeley menyimpan data sumber secara terpisah dari format tampilannya, jadi kamu tinggal ganti gaya sitasi yang dipilih dan seluruh dokumen otomatis menyesuaikan format barunya.